20 Mei 2016 - 01:49
Tak ada Ketakutan Terhadap Islam, Yang Mesti di Takuti adalah ISIS

“Saya berasal dari negara yang di dalamnya kaum muslim dan kaum nasrani hidup secara berdampingan serta saling mencintai dan menghormati. Lebanon merupakan simbol terbaik dari hidup berdampingan ini di negara-negara Arab.”

Menurut Kantor Berita ABNA, pemimpin Katolik sedunia secara implisit meminta kepada Barat untuk meninjau kembali cara atau metode dari apa yang di deskripsikannya sebagai ekspor demokrasi barat ke negara-negara Arab.

Paus Fransiskus mengatakan, “Tak ada sedikitpun ketakutan kepada Islam, melainkan kepada ISISlah seharusnya ketakutan itu ada”.

Dalam wawancara dengan majalah Katolik berbahasa Prancis “La Croix” Ia menegaskan, “Tak ada alasan sedikit pun untuk takut kepada agama Islam, yang mesti di takuti adalah ISIS dan agresinya yang telah mencederai kedudukan Islam.”

Pemimpin Katolik dunia menambahkan, “Benar bahwa penaklukan negeri-negeri adalah suatu konsep yang bercampur baur dengan prinsip Islam, namun tafsir ini bersesuaian pula dengan injil Matius, lantaran Yesus Kristus (al Masih) telah mengirim para sahabatnya untuk berdakwah ke seantero dunia.”

Paus menjelaskan, “Tanggung jawab kita sekarang dalam berhadapan dengan terorisme Islam ialah kita tanyakan kepada diri kita, cara-cara apa yang telah kita tempuh dalam mengekspor demokrasi ke negara-negara seperti Irak yang sebelumnya memiliki pemerintahan kuat serta Libiya yang mempunyai struktur pemerintahan klan yang tangguh. Kita tidak lagi dapat memfokuskan diri pada masalah-masalah negara Islam serta melanjutkan hubungan dengan mereka tanpa memperhatikan persoalan ini.

Beliau mengingatkan pula, hidup berdampingan antara kaum Muslim dan kaum Nasrani sangatlah memungkinkan. “Saya berasal dari negara yang di dalamnya kaum muslim dan kaum nasrani hidup secara berdampingan serta saling mencintai dan menghormati. Lebanon merupakan simbol terbaik dari hidup berdampingan ini di negara-negara Arab.” Tegasnya.